Tanda Keterlambatan Perkembangan Motorik Halus dan Kasar Bayi

7 Tips Mengelola Waktu bagi Mama Baru

Keterlambatan perkembangan motorik bayi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor genetik, kelahiran premature, dan juga infeksi selama kehamilan. Selain itu, penyakit atau kondisi medis yang diderita bayi juga seperti distrofi otot, cerebral palsy, spina bifida, retardasi mental, sindrom fragile X, dan dyspraxia bisa menjadi penyebab perkembangan motorik bayi menjadi terlambat.

Perkembangan motorik seorang bayi bisa dibilang terlambat ketika si kecil tidak bisa melakukan apa yang sudah bisa dilakukan oleh bayi lain seusianya. Keterlambatan perkembangan anak bisa berkaitan dengan perkembangan motorik halus maupun motorik kasar.

Motorik halus merupakan gerakan – gerakan yang melibatkan otot – otot kecil serta koordinasi antara mata dan dengan tangan. Beberapa contoh gerakan motorik halus seperti meraih benda, menggenggam, lalu memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya.

Berikut dibawah ini akan dijelaskan beberapa kemungkinan tanda keterlambatan motorik halus yang bisa terjadi pada bayi sesuai usianya :

  1. Bayi Usia 0 Hingga 3 Bulan
  2. Tangannya tidak memiliki reflek untuk menggenggam jari Anda ketika jari Anda tersebut didekatkan ke tangannya.
  3. Belum mampu menggerakan tangannya secara rileks dan memainkannya.
  4. Tangannya belum mampu menggenggam mainan meski hanya sebentar saja.
  5. Bayi Usia 4 Hingga 6 bulan
  6. Tangannya belum bisa menggenggam mainan dalam waktu yang lama.
  7. Tangannya belum mampu meraih benda yang ada ditangan Anda.
  8. Belum bisa memindahkan barang dari satu tangan ke tangan lainnya.
  9. Bayi Usia 7 Hingga 9 Bulan
  10. Belum mampu meremas makanan atau benda yang ada digenggamannya.
  11. Kedua tangannya belum bisa memegang mainan.
  12. Belum bisa menunjuk atau menyentuh benda dengan jari telunjuknya.
  13. Belum bisa bertepuk tangan.
  14. Bayi Usia 10 Hingga 12 Bulan
  15. Belum mampu memasukkan makanan ke mulutnya atau belum bisa makan sendiri.
  16. Belum mampu menjepit benda – benda kecil dengan ibu jari atau jari telunjuknya.
  17. Belum bisa memegang mainan dengan satu tangan.

Jika motorik halus dikaitan dengan keterampilan bayi dalam melakukan gerakan – gerakan kecil, maka motorik kasar dikaitan dengan gerakan – gerakan besar. Berikut dibawah ini tanda – tanda keterlambatan perkembangan motorik kasar bayi sesuai usianya :

  1. Bayi Usia 0 Hingga 3 Bulan
  2. Belum memiliki keterampilan untuk mengangkat kepalanya sendiri dengan menggunakan otot leher.
  3. Ketika bayi berusia 3 bulan, dia belum bisa mengangkat kepala dan dadanya sendiri ketika sedang berbaring tengkurap.
  4. Bayi Usia 4 Hingga 6 Bulan
  5. Belum mampu mengangkat bahu dan kepalanya ketika sedang berada di posisi tengkurap.
  6. Belum mampu menegakkan kepalanya dengan stabil.
  7. Belum mampu berguling – guling secara perlahan.
  8. Bayi Usia 7 Hingga 9 Bulan
  9. Belum mampu duduk dengan stabil dalam waktu lama.
  10. Belum mampu merangkak.
  11. Belum mampu berdiri dan berjalan merambat.
  12. Bayi Usia 10 Hingga 12 Bulan
  13. Belum mampu menjaga keseimbangan dengan baik ketika sedang berdiri sendiri.
  14. Belum mampu berjalan, meski dengan bebatuan.

Meski kecepatan perkembangan motorik pada setiap bayi berbeda – beda, namun Anda tetap harus mengawasi segala perkembangan yang dialami si kecil. Jika perkembangan motorik halus atau kasar bayi Anda terlambat, segera konsultasikan ke dokter. Dokter nantinya akan memberikan penanganan sesuai dengan kondisi si kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − 1 =