Tak Semua Pinjaman Dana Online Itu Ilegal!


https://lh5.googleusercontent.com/r0uA9tDxGOtixRDNC9Qn2IAEZ4KVN38yY243mqLBVPCg5QKUR1QB0hVsy-DOFmdpYHbsEy86HLQ_XZ6ZPKN57cmbdxUcRUPkInwCEmGWhhAuCq_mHRiMifPyO2RhBIiFEdAebzuh

Kebutuhan yang semakin mendesak, sementara tanggal gajian masih jauh, terkadang mendorong seseorang untuk mencari pinjaman dana. Jika sanak saudara dan teman tidak dapat diandalkan, masyarakat biasanya mengajukan pinjaman ke Bank, yang sayangnya juga memiliki persyaratan cukup ketat dan persentase penolakan yang tinggi. Namun sekarang dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, meminjam uang bisa dilakukan secara online. Prosesnya pun sangat cepat dan mudah. Asalkan punya smartphone dan internet, siapapun bisa mengunduh aplikasi pemberi pinjaman online. Jika sesuai persyaratan, kita tinggal melengkapi data yang diminta dan dana akan cair dalam kurun waktu kurang dari seminggu!

Kemudahan ini tentu saja menggiurkan untuk banyak orang. Apalagi, aplikasi pinjaman dana online, atau yang sering disebut Fintech, saat ini jumlahnya sangat banyak. Hal ini membuat kita bisa mengajukan pinjaman ke lebih dari satu aplikasi, dengan demikian mendapatkan dana tunai yang lebih besar pula. Mereka berlomba-lomba menawarkan pinjaman dengan bunga yang kompetitif. Limit pinjaman pun bervariasi tergantung kebijakan masing-masing aplikasi, biasanya mulai dari 1 juta, bahkan ada yang hingga 30 juta rupiah. Tanpa perlu bertatap muka, tak perlu memiliki histori pemakaian kartu kredit, apalagi jaminan, nasabah bisa dengan mudah mendapatkan pinjaman finansial. Kepraktisan inilah yang membuat banyak masyarakat terlena untuk mengajukan pinjaman online. 

Namun, kemudahan teknologi juga membuat banyak aplikasi tidak bertanggung jawab bermunculan di mana-mana. Tidak semua Fintech yang menawarkan pinjaman ini terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Padahal, berdasarkan aturan dari OJK mengenai Fintech peer to peer lending melalui POJK 77/POJK.01/2016 Tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, setiap pemberi pinjaman online wajib terdaftar terlebih dahulu. Berbagai berita mengenai pengalaman buruk nasabah pun santer terdengar. Yang paling ekstrem, ada seorang karyawati yang sampai kehilangan mata pencaharian setelah tak bisa membayar tagihan pinjaman dana online. Sebabnya, mulai muncul telepon dan pesan singkat bernada intimidatif kepadanya setelah tunggakannya menumpuk dari perusahaan pinjaman online tersebut, bahkan petugas penagih pun menghubungi beberapa nomor di kontak telepon sang karyawati dan memberitahu bahwa ia memiliki utang, termasuk nomor atasannya setiap malam. Tak hanya itu, tak sedikit kasus bunuh diri nasabah menghebohkan masyarakat akibat tertekan dengan cara penagih utang yang tidak beretika. Oleh karena itu, sangat penting untuk jeli membedakan Fintech yang legal dan tidak. Berikut ciri pinjaman online ilegal:

Pertama, tidak ada lambang OJK di website atau aplikasi pinjaman online. Kedua, aplikasi ilegal tidak terdaftar di Google Play Store. Jadi, aplikasi diunduh melalui link APK yang dikirim via sms atau chat Whatsapp untuk mempromosikan aplikasi ilegal tersebut. Ketiga, suku bunga, biaya dan denda sangat tinggi dan mencekik nasabah. Keempat, alamat kantor dan call center pinjaman ilegal tidak jelas atau bahkan tidak ada, sehingga menyulitkan jika suatu saat menghadapi masalah dan ingin melakukan komunikasi dengan pemberi pinjaman. Terakhir, jika proses pengajuan terlalu mudah, kamu patut curiga. Misalnya cukup unduh aplikasi dan tanpa syarat apapun, pinjaman langsung cair. 

Dalam peraturan terkini terkait Fintech yang tertuang dalam beleid Nomor 13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital (IKD) di Sektor Jasa Keuangan, OJK mewajibkan setiap penyelenggara IKD melalui tiga tahap proses sebelum mengajukan permohonan perizinan. Penyelenggara juga wajib menyediakan pusat pelayanan konsumen berbasis teknologi sebagai bentuk edukasi dan perlindungan konsumen. Fintech harus pula menerapkan prinsip dasar perlindungan konsumen yaitu transparansi, perlakuan yang adil, keandalan, kerahasiaan dan keamanan data alias informasi konsumen, dan penanganan pengaduan serta penyelesaian sengketa konsumen secara sederhana, cepat, dan biaya terjangkau.

Dapat dilihat bahwa peraturan OJK sangat ketat dan mengikat. Fintech yang telah terdaftar di OJK tentunya merupakan perusahaan yang memiliki legalitas jelas dan terpercaya. Nasabah juga akan mendapat perlindungan konsumen karena Fintech tersebut sudah diawasi oleh badan yang berada di bawah pemerintah tersebut. Untuk melihat daftar perusahaan pinjaman dana online legal, kamu bisa mengunjungi situs OJK. Badan ini secara berkala merilis nama-nama perusahaan yang terdaftar resmi. 

Keberadaan pinjaman online tak dapat dipungkiri menjadi salah satu solusi bagi calon debitur yang tidak memiliki riwayat perbankan, seperti histori kartu kredit atau pembiayaan lainnya. Jika kamu teliti sebelum memilih perusahaan yang kredibel, resiko dapat diminimalisir. Salah satunya adalah Kredivo, aplikasi pinjaman dana online yang juga bekerja sama dengan lebih dari 200 merchant di Indonesia dan memberikan kemudahan untuk beli sekarang dan bayar nanti dalam 30 hari tanpa bunga atau dengan cicilan 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan. Bunga yang ditawarkan sangat kompetitif sebesar 2,95% per bulan. Yang terpenting, syarat dan ketentuan, biaya serta kontak dan alamat perusahaan tertera dengan sangat jelas di situsnya. Jadi, jangan ragu dan takut untuk mengajukan pinjaman di Fintech legal ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − 8 =